Jumat, 09 November 2007

perang pemikiran

Pernah gak mencoba untuk tidak menonton TV selama 5 bulan??

Hehehee..saya pernah!!


Dulu, pas masih kuliah dulu, saya pernah mencoba untuk berdisiplin tidak menonton TV selama +-5 bulan,keren kan..? (hehee.. bagi saya ini keren)

Dan untuk menyuplai kebutuhan berita, saya mengganti televisi dengan koran atau majalah yang saya anggap perlu.

Ketika itu di kost-an bukannya gak ada tivi, karena malah sebenarnya TV itu ada didalam kamar yang remote nya bahkan bisa dipencet sambil tiduran sekalipun.


Ide untuk tidak nonton Tv ini bermula saat saya sedang mnonton salah satu stasiun televisi swasta yang sedang menampilkan sebuah iklan sabun yang Ehm.., tiba-tiba saya tersadar bahwa saya sudah kehilangan sensitivitas. Iklan sabun yang Ehm itu sudah terlalu sangat biasa, tidak lagi menggugah rasa protes saya terhadap apa yng saya tonton, padahal jelas-jelas iklan sabun yang saya lihat sangat tidak syar’i (hehe emang ada ya iklan sabun yang syar’i?)

Ya, intinya mata saya sudah kehilangan sensitivitasnya terhadap apa apa yang dinilai baik atau tidak baik dari kaca mata islam.

Dan akhirnya, berpuasalah saya selama 5 bulan tidak menonton Tivi….




BUZZZ!!!

Setelah 5 bulan, bismillah… saya pencet remote Tivi,


Kangen juga..acara apa ya…,pencet lagi,acara anak-anak..aman.., pencet lagi, Hmm berita...bagus.., pencet lagi, acara kuliner..jadi lapeerr…, pencet lagi.. Wuiiss.. iklan man.., iklannya bagus banget… baru…cantik…, saya jadi seperti orang dusun yang baru dateng dari kampung,, kampung terpencil yang gak pernah ada Tipi …iklannya bagus banget…, gambarnya tajam, perpaduan gerak, warna dan musiknya sangat pas sekali, profesional !! Tiba-tiba saya merasa jadi tarzanwati yang baru turun gunung, semakin terpesona….

Diantara bunga-bunga yang turun vertikal dengan gerak lembut yang dinamis, tiba tiba muncul siluet wajah manis, bergerak dan semakin terlihat jelas….


Tapi…tapi…tunggu dulu..

Apa itu ya Rabb…,masyaAllah… saya yang wanita saja begitu mengagumi kulit halus itu, senyum manis itu, rambut indah itu…kenapa diperlihatkan seperti ini? kan aurat…

Duh…duh… tiba tiba dada ini terasa sesak, air mata terasa mulai menggenang di pelupuk mata, bagaimana jika iklan ini ditonton para lelaki? Bagaimana jika ikhwan2 itu lihat? masyaAllah… bagaimana ini Rabb?... akhirnya tangis ini tumpah. Hanya doa yang terucap lirih diantara isak tangis dan dada yang bergemuruh…




“Maha Suci Allah yang ditangan Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia maha perkasa lagi Maha Pengampun..” (Qs.Al Mulk:1-2 )



Note:

Sekarang sensitivitas itu masih ada gak ya..?

0 komentar: