Minggu, 11 November 2007

Mr. Tivi

Menjadi guru kelas bagi 31 anak dengan 31 karakter yang berbeda, lengkap dengan 31 kapasitas yang berbeda pula, memaksa saya untuk berusaha memahami 31 watak yang juga berbeda.


Dan kabar baiknya adalah, untuk satu kelas disediakan 2 orng guru, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan… dan kabar baik lainnya yang lebih penting adalah I love them all :D



Dari sekian banyak anak, beberapa anak cukup menyita perhatian ekstra, terutama anak-anak yang bermasalah dari sisi akademik, mental dan emosi.

Misalnya sebut saja Dina ( bukan nama aslinya, klo nama aslinya, khawatir ada ortu yang baca jurnal ini, hehehee..)



Untuk anak anak dengan kasus khusus seperti ini, win coba untuk melakukan pendekata secara lebih personal.



Ketika dia sedang bermain sendiri dihalaman, win hampiri, ternyata dina sedang bermain karet tangan,

win coba untuk ikut menikmati permainan yang dia tawarkan, dan setelah suhu dan frekuensi kami sama, win mulai melancarkan jurus yang ke dua, yaitu langsung to the point pada pertanyaan yang penting.


Ehmm, dina, Umminya kerja apa?”

jualan bunga, jauh..” kata dina masih dengan cueknya

klo abinya kerja apa?” tanya saya

jual bunga juga

trus klo kerja, lama ya? Dari pagi ampe sore ya?” saya terus menyelidik,

bukan, tapi dari siang ampe malem.

Ooo..” saya berusaha tidak menunjukkan rasa kaget

trus Dina dirumah ditemenin sama siapa dong?”

sama mbak” belakangan win tau klo mbak adalah khadimat di rumahnya

asyik ya klo maen sama mbak…? ngapain aja klo lg sama mbak?

ya nonton TV, nonton TV, nonton TV,nonton TV” dina mulai jenuh dengan pertanyaan saya.




Hmmm… selain khadimat, TV memang sarana asuh anak yang paling mudah, murah dan (sepertinya) aman.


Tapi apa benar TV adalah sahabat yang baik bagi anak? Ketika kita menyerahkan pengasuhan anak kepada si Mr.TV, maka satu masalah memang terselesaikan, namun tanpa kita sadari permasalahan lainpun akan muncul.



Misalnya saja Dina, Bersama si Mister TiVi,, dina menjadi tenang, anteng dan asyik dengan tontonannya, tapi ketika seorang anak bebas menonton televisi tanpa didampingi kita sebagai orang dewasa yang mengerti sisi psikologi anak, , maka kita tidak tau pola mental apa yang sedang terbentuk ketika anak sedang menonton televisi, muatan apa yang terkandung pada acara tersebut, menakutkan anak kah? Tontonan dewasakah? Apakah ada unsur kekerasan? Who knows?



Tapi yang pasti, walau mungkin banyak faktor lain yang saling berpengaruh, Dina adalah salah satu produk dari asuhan si Mr. TV.


Wallahu a’lam

Sabtu, 10 November 2007

man side


**…aku selalu berkata “ I love you more than you know” tapi ketika energi perhatian harus diberikan, saat itu pula ia lenyap tenggelam oleh kelelahan dan kantuk.

Aku berfikir, kerja keras adalah aplikasi efektif sebuah cinta, tidak pernah terfikir itu akan menguras dan menyedot energi perhatian dan cinta. Aku lupa mengucapkan selamat ulang tahun di hari lahirnya, aku lupa mengusap kepala istriku ketika hendak berangkat bekerja, aku sering tidak sungguh-sungguh menatap matanya saat ia berbicara, dan aku juga tidak mengerti mengapa berita lebih menarik syaraf mataku ketimbang retinanya, but honestly, I love you more than you know..**


Tulisan diatas adalah potongan paragraf ungkapan cinta seorang suami ( tepatnya penulis adalah seorang karyawan swasta di Jkt) kepada istrinya yang win ambil dari majalah Ummi.


Menarik sekali, dan saya tergelitik untuk menuliskannya di blog ini. Tulisan ini membawa saya pada pemahaman baru, bahwa ‘tidak romantis bukan berarti tidak cinta’ hehehee..tulisan ini membuka mata win akan sisi lain seorang lelaki.

Bagi seorang wanita, cinta sering tanpa sadar diterjemahkan sebagai sesuatu yang romantis, berbunga-bunga, perhatian kecil atau bahkan walau hanya sekedar tatapan mata ( hehee..bener gak ya?)

Tapi ternyata tidak seperti itu bagi laki-laki, atau lebih tepatnya, tidak SELALU begitu.


Awalnya sulit untuk memahami ini, tapi setelah direnungkan lagi, it’s Ok.. pasti ada sisi lain yng sudah Allah siapkan, sisi emosional lain , yang bisa diterjemahkan wanita sebagai sesuatu yang positif, sebagai sesuatu yang disebut cinta, misalnya mungkin dari sisi rasa aman, tanggung jawab, nasehat, Qowam, dll.. dll…


Hehehe.. Bener gak ya? (mbuh… wong saya sendiri belum nikah kok)

Jumat, 09 November 2007

perang pemikiran

Pernah gak mencoba untuk tidak menonton TV selama 5 bulan??

Hehehee..saya pernah!!


Dulu, pas masih kuliah dulu, saya pernah mencoba untuk berdisiplin tidak menonton TV selama +-5 bulan,keren kan..? (hehee.. bagi saya ini keren)

Dan untuk menyuplai kebutuhan berita, saya mengganti televisi dengan koran atau majalah yang saya anggap perlu.

Ketika itu di kost-an bukannya gak ada tivi, karena malah sebenarnya TV itu ada didalam kamar yang remote nya bahkan bisa dipencet sambil tiduran sekalipun.


Ide untuk tidak nonton Tv ini bermula saat saya sedang mnonton salah satu stasiun televisi swasta yang sedang menampilkan sebuah iklan sabun yang Ehm.., tiba-tiba saya tersadar bahwa saya sudah kehilangan sensitivitas. Iklan sabun yang Ehm itu sudah terlalu sangat biasa, tidak lagi menggugah rasa protes saya terhadap apa yng saya tonton, padahal jelas-jelas iklan sabun yang saya lihat sangat tidak syar’i (hehe emang ada ya iklan sabun yang syar’i?)

Ya, intinya mata saya sudah kehilangan sensitivitasnya terhadap apa apa yang dinilai baik atau tidak baik dari kaca mata islam.

Dan akhirnya, berpuasalah saya selama 5 bulan tidak menonton Tivi….




BUZZZ!!!

Setelah 5 bulan, bismillah… saya pencet remote Tivi,


Kangen juga..acara apa ya…,pencet lagi,acara anak-anak..aman.., pencet lagi, Hmm berita...bagus.., pencet lagi, acara kuliner..jadi lapeerr…, pencet lagi.. Wuiiss.. iklan man.., iklannya bagus banget… baru…cantik…, saya jadi seperti orang dusun yang baru dateng dari kampung,, kampung terpencil yang gak pernah ada Tipi …iklannya bagus banget…, gambarnya tajam, perpaduan gerak, warna dan musiknya sangat pas sekali, profesional !! Tiba-tiba saya merasa jadi tarzanwati yang baru turun gunung, semakin terpesona….

Diantara bunga-bunga yang turun vertikal dengan gerak lembut yang dinamis, tiba tiba muncul siluet wajah manis, bergerak dan semakin terlihat jelas….


Tapi…tapi…tunggu dulu..

Apa itu ya Rabb…,masyaAllah… saya yang wanita saja begitu mengagumi kulit halus itu, senyum manis itu, rambut indah itu…kenapa diperlihatkan seperti ini? kan aurat…

Duh…duh… tiba tiba dada ini terasa sesak, air mata terasa mulai menggenang di pelupuk mata, bagaimana jika iklan ini ditonton para lelaki? Bagaimana jika ikhwan2 itu lihat? masyaAllah… bagaimana ini Rabb?... akhirnya tangis ini tumpah. Hanya doa yang terucap lirih diantara isak tangis dan dada yang bergemuruh…




“Maha Suci Allah yang ditangan Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia maha perkasa lagi Maha Pengampun..” (Qs.Al Mulk:1-2 )



Note:

Sekarang sensitivitas itu masih ada gak ya..?

Kamis, 08 November 2007

i'dat ummahat

Tadi sore win abis ikut kajian muslimah, temanya I’dat ummahat ( persiapan menjadi ibu), heheehe..sudah bisa ditebak kan isinya apa…

Dan tidak lupa, dari kajian itu, win bawa oleh-oleh untuk ditulis di blog ini

Silahkan menikmati oleh-oleh sekeranjang tausiyah yang win bawa :D




** apa sih rumah tangga islami itu?

Rumah tangga islami adalah rumah tangga yang didalamnya ditegakkan adab-adab islami, didirikan atas dasar ibadah dimana mereka berkumpul, bertemu dan mencintai karena Allah.



Nah, bagian terpenting yag win tangkap dari definisi ini adalah betapa pentingnya dalam sebuah rumah tangga terkondisikan bagi terlaksananya peraturan islam.



Hehehe, jadi inget ceritanya silfi (pa kabar sil?), partner win skripsi dulu, beliau berasal dari Papua (irian jaya). Kata silfi, penduduk asli Irja masih banyak yang menerapkan sistem extended family jaman purba, dimana beberapa keluarga tinggal satu atap dalam satu rumah besar yang tidak bersekat sama sekali.

Jadi bisa dibayangkan, laki-laki, perempuan, paman, bibi, sepupu, ponakan, besar, kecil ABG tumplek jadi satu, siang, malem.

Sehingga praktis, apa-apa yang dilakukan orang dewasa yang tidak layak dilihat anak-anak bebas dipertontonkan disini, dirumah besar ini. Dan sangking bebasnya, incest adalah sesuatu yang biasa..naudzubillah.. inilah wajah sebuah komunitas atau keluarga yang tidak terwarnai nilai-nilai islam, nasab menjadi tidak jelas, pernikahan menjadi sesuatu yang tidak lagi sakral.



Maha suci Allah yang telah membuat peraturan bagi manusia sehingga tatanan hidup menjadi lebih terhormat dan membawa rasa rohmah.

Rabu, 07 November 2007

diare

Pagi ini win terkena diare ...

Sebenernya ini sudah diprediksikan akan begini, karena sudah beberapa hari ini pola makan win berubah, cenderung tidak sehat, terutama ketika sarapan.


Sudah hampir seminggu ini win males banget bikin sarapan pagi,


biasanya untuk menyuplai energi sampai siang, selain nasi dan lauknya (tidak lupa sambel), pagi hari win rutin menyiapkan satu porsi sayuran dan segelas jus buah segar (biasanya sih campuran wortel, tomat and apel) yang menjadi menu wajib dalam sarapan.


Tapi sudah beberapa hari ini males win lagi kumat,

Untuk sarapan win Cuma makan nasi uduk yang win beli ketika akan berangkat sekolah.


Ya , nasi uduk, besoknya nasi uduk lagi, besoknya nasi uduk lagi, trus nasi uduk lagi…dan nasi uduk lagi,, terus selama hampir satu minggu….


Dan hasilnya, sekarang win Diare..


Hhhh…klo sudah begini, baru deh nyesel,

Mana rekap-an nilai masih numpuk…..


seni memuji

Menjadi seorang ‘bu guru’ memberi segudang bahkan bergudang-gudang pengalaman baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan salah satunya adalah : seni memuji


Pujian adalah energi positif bagi anak, tapi pujian yang spesifik ternyata memiliki dampak yang lebih dasyat lagi.


Sebagai guru SBK (seni budaya dan keterampilan), memiliki keterampilan memuji menjadi hal yang sangat penting. Tapi win baru sadar klo pujian yang selama ini win lontarkan ke anak-anak ternyata hambar-hambar aza tuh, kenapa? Alasannya karena: Tidak Spesifik !


Misal ketika praktek paper quiling ( itu loh keterampilan dari kertas kecil yang digulung menjadi macam2 bentuk spt boneka, kupu-kupu, capung dll, kemudian ditempel dikertas dan di hias/ digambar agar lebih cantik)


Ketika berkeliling melihat pekerjaan anak-anak, win biasanya melontarkan pujian, maksudnya sih biar anak-anak jadi lebih semangat, misalnya win akan bilang “ Angga, gambar kamu bagus..” atau “ pekerjaanmu rapih nak…” Hhhh.. pokoknya setandar bangetlah pujiannya, gak mutu, pantes aja anak-anak gak respon.

So win pikir, kenapa gak memuji dengan lebih spesifik?


Akhirnya win coba untuk ekstra memikirkan kata-kata yang lebih spesifik ketika mengungkapkan pujian, seperti misalnya “Waahh warna merah, , cantik seperti bunga yang kita lihat pas acara kepanduan kemaren yah..” atau “ wah, gagah sekali robot yang kamu gambar… kok mirip ya dengan robot yang sering ibu liat di TV..”


Hehehee.. ternyata manjur rek, dan anak-anak ini bahkan masih bisa mengingat kata-kata pujian win sampai semester berikutnya.


Bravo!

Selasa, 06 November 2007

terlalu sederhana

terkadang sulit memahami jalan fikiran mereka, anak2 yang belum lagi genap umurnya 7 tahun. honestly, kesederhanaan jalan fikiran mereka justru menguras energi dan rasa.


terkadang, win tdk sadar bahwa mereka sebenarnya memang masih kecil, dan bahkan sangat kecil dengan dunia mereka yang serba sederhana.


bayangkan, bagaimana asyiknya mereka ketika menonton VCD anak yang sangat membosankan itu, bagaimana mereka bisa terbahak-bahak melihat kartun pohon apel yang bisa tertawa, atau bagaimana mereka dengan PeDe-nya mengajak saya bermain tebak kertas yang heheehe.. terus terang gak ada seru-serunya... :)


atau ketika jam pelajaran kepanduan, suara ini sampai serak menjelaskan perbedaan antara letak tangan kiri dan tangan kanan, atau ketika dikelas ada anak yang tiba2 menanyakan

" bu, pengalaman itu apa?" ....*";..//*"''



hehehe.. sangat kontras dengan bidang yang win geluti sebelum ini, ketika integral lipat tiga dan iterasi suatu sheetpile justru hal yang harus dianggap sebagai sesuatu yang sederhana dan mudah.

Senin, 05 November 2007

un-posted

bismillah..


win baca beberapa draft yang tidak terposting, beberapa berisi ungkapan, entah ungkapan apa, penyesalan, semangat, cinta, atau entah apa, tapi yang pasti, pada beberapa draft, win menuliskannya dalam kondisi babak belur, terutama dari sisi ruhiyah.


ketika semuanya mulai menjauh, win bisa melihat titik itu dengan jelas,jauh lebih relax,



bismillah... semoga semuanya bisa kembali normal...

undangan untuk para malaikat

bukankah para malaikat akan berdesakan memenuhi sebuah ruangan pada sebuah akad nikah yang barokah?


dalam sebuah hadist nya, Rasul sdh memberikan sedikit bocoran akan peristiwa ghaib ini, ya dalam sebuah akad nikah malaikat akan datang,berbondong-bondong, melesat..berterbangan memenuhi setiap sudut ruangan,dari samping, depan,atas, disetiap tempat, penuh.. dan tentu saja dimana banyak malaikat bertebaran, maka disaat itulah waktu-waktu yang mustajab untuk memanjaatkan doa.



ya undangan itu telah disebar, undangan untuk para malaikat yang akan menghadiri sebuah pernikahan pasti juga sudah di sebar, tantu jauh sebelum orang tersebut dilahirkan, seribu atau bahkan sejuta tahun yang lalu, dengan waktu dan tempat yang pasti tidak akan tertukar.


Minggu, 04 November 2007

hidup yang ideal

Menurut kamu, hidup yang ideal itu seperti apa sih win?



# punya banyak tabungan di bank? Ah, rasanya bukan.

#senang, nyantai, gak pusing, bisa beli apa aja, bisa pergi kmana aja yang kita mau? Ah ini juga rasanya bukan hal yang ideal….



Jadi apa dong win…?


Sebentar...


Ini dia…



# hidup yang ideal adalah mengasah semua potensi yang win miliki secara maksimal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan orang lain, kemudian meng-ikhlaskan semuanya hanya untuk memburu surgaNya..”

perbedaan harokah

tulisan ini untuk seseorang yang selalu dengan setia megirim imel ttg harokah dan sisi gelap harokah2 lain yang beliau anggap tidak sejalan dngn harokahnya.

maaf, stelah sekian lama tdk me-relpy,



**asslamualikum wr wb
segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan nikmat iman, dan nikmat rasa ketika kita berdekatan denganNya, satu satunya raja dan pemilik semua kasih sayang dan rahmat.

salawat dan salam untuk kekasih, yang selalu dirindu untuk dapat berdekatan walau hanya sesaat, yang selalu diharapkan safaat nya , Rasulullah Saw.

syukron, terima kasih atas imel yang antum kirim selama ini, insyaAllah sudah ana baca.

subhanallah, ketika melihat imel yang begitu banyak masuk dari antum, ana seketika dapat merasakan betapa gelora dakwah antum untuk mengadakan perbaikan, dengan kapasitas yng antum miliki, begitu besar , dan semoga luapan ghiroh ini tetap ada dan selalu berkobar hingga nanti, hingga maut menjemput dan hingga hanya Allah saja yang disembah dimuka bumi.

akh, insyaAllah, rasa, semangat dan ghiroh itu juga ada di dalam diri ana dan diri setiap pejuang dan tentara Allah di bumi ini , dan sungguh, rasa itu sama dan akan senantiasa bergelora.

namun, terlepas dari semua yang ana yakini, terlepas dr dimana ana berkomitmen didalam nya dan menghabiskan sebagian besar waktu, energi dan fikiran, ana menyadari bahwa jamaah muslim memiliki perahu perahu yang berbeda, untuk menuju sebuah titik.namun ada satu keyakinan terbesar dalam diri ana, bahwa titik tujuan itu satu dan sama bagi semua perahu perahu yang sedang bergerak dan sedang memacu mesin potensinya yaitu cita-cita menegakkan dien hingga tiada lagi yang disembah dimuka bumi ini selain Allah SWT.

Ana sangat berharap, perbedaan perahu, perbedakan harokah dan cara menuju titik tersebut tidak membawa perpecahan dan konflik. ana juga sangat berharap, dengan adanya perbedaan itu, kita bisa saling menghormati dan tetap fokus dengan musuh utama kita, yaitu orang-orang yang ingin memudarkan caya Allah diatas muka bumi ini.

terima kasih, jazmlh khrnkhrnktsir, antum tetap dan akan selalu mnjadi saudara ana, walaupun kita brbeda harokah. inssyaAllah, nanti kita bertemu di satu titik itu, seperti sekumpulan lebah yang membuat sarangnya dari empt sisi terluar menuju titik pusat di tengah, itulah kita, sedang bergerak menuju apa yang sama-sama kita yakini, bahwa kemenangan Allah adalah suatu keniscayaan.

ketika membaca paragraf ini, semoga hati antum senantiasa lapang, dan bersedia memafkan
segala kesalahan, yang mungkin ana perbuat melalui tulisan ini.

disini waktu menunjukkan pukul 12.17 BBWI....
ketika ana menulis ini, ana senantiasa bernafas, dan ketika antum membaca tulisan ini pun ana yakin paru paru antum juga sedang bekerja, dan menghiruf oksigen yang sama, yaitu oksigen Allah.

semoga cinta ini, rindu ini, untuk semua muslim yang sedang berjuang dapat dirasakan oleh
antm dan semua pejuang muslim lainnya, seperti oksigen yang selalu tersedia dimanapun.

wawlahua'lam,

wasslmkm wr wb

Sabtu, 03 November 2007

seberapa besar cintaNya?

kadang ingin bertanya, seberapa besar ya cinta Allah pada win?
win coba untuk membuat jawabannya,dengan parameter cinta terbesar yang prnah win rasakan, yaitu cintanya mama pada win.


**sesungguhnya Allah itu pasti mencintai win melebihi cinta mama pada win, make sense banget... bayangkan sj, mama yang cuman tempat numpang melahirkan kedunia ini, yang istilahnya cuman tempat numpang lewat, sangat sangat mencintai win..padahal mama gak ada kontribusinya dlm merancang mata win, ngebuat hidung win, mendesain tangan win, menyusun setiap sel yang ada dalam tubuh win, (istilahnya , ude terima beres, langsung jadi), nah...bagaimana dng Allah yang sudah menciptakan win, men-design setiap susunan protein dlm tubuh win,pasti Allah akan lbh mncintai ciptaanNya melebihi cinta mahluk tempat Ia menitip ciptaanNya (ortu)

dan akhirnya win sampai pada satu kesimpulan bahwa pastilah Allah sangat mncintai win

melibihi mama atau siapapun...


note:

dan sebenernya ada pertanyaan lain yang lebih penting, 'seberapa besar cinta win pada Allah?'