Sabtu, 01 Desember 2007

dek, bermain hukum gantung yuk...

ternyata bukan indonesia saja yang merasakan pengaruh kekerasan media terhadap mental seorang anak.
kasus bermain hukum gantung yang dilakukan anak-anak di india buktinya.

Kasus ini terjadi di india, 3 orang anak bermain peran sebagai terpidana mati hukum gantung, dan sebagai hasilnya , mereka tewas.

Bayangkan, dengan kesederhanaan yang dimiliki seorang anak, tidak ada unsur emosional negatif disini selain memang murni permainan biasa yang menyenangkan atau lebih tepatnya permainan menyenangkan yang mematikan!


mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi beberapa hari sebelum mereka bermain peran yang mematikan ini.


india sedang dihebohkan oleh kasus Dhananjay, pria yang telah membunuh seorang anak berusia 14 tahun. dan sebagai hukumannya, dhananjay dieksekusi di tiang gantung.

mungkin kaus ini akan selesai dengan tewasnya dhananjay di tiang gantung tanpa perlu memakan korban lagi 3 anak yang tidak berdosa. tapi ternyata tidak


kasus dhananjay di ekspos media secara habis habisan, terutama media pertelevisian.
kasus ini dikupas secara sangat detail. hingga menjadi reality show yang ditayangkan hampir setiap jam oleh media india.


mulai dari wawancara algojo, makanan terakhir yang diminta dhananjay, keluarga, sampai detik detik ketika algojo mengalungkan tali kematian di leher dhananjay.
semua diliput bebas, jelas dan uncensored. hingga bisa dikonsumsi oleh siapapun, dewasa, lansia, remaja, bahkan anak-anak.


dengan keterbatasan daya kritis anak, maka 3 anak ini pun melakukan hal yang alami yang memang biasa dilakukan anak sebayanya, yaitu meniru.


meniru adalah bahasa khas dan alami seorang anak ketika mengadakan interaksi sosial. meniru apa yang biasa mereka lihat, meniru apa yang orang dewasa lakukan, secara detail versi mereka.
termasuk meniru eksekusi dhananjay di tiang gantung,

dan sebagai hasilnya, india kehilangan lagi 3 anak korban reality show.

0 komentar: