Jika kita bertanya dari mana rating suatu acara televisi didapat, maka jawabannya adalah survey.
So siapa yang men-survey? Untuk
Secara sederhana teknisnya begini, ACN akan mengambil sample beberapa rumah yang memiliki pesawat televisi, kemudian pesawat ini dipasangi sejenis alat pencatat otomatis yang akan memantau acara televisi apa yang di tonton beserta durasinya. Nah dari sinilah rating suatu acara ditentukan.
tapi masalahanya, apa benar rating berbanding lurus dengan kualitas suatu acara televisi?
Nah, mari ita lihat sama sama….
Demi mendapat rating tinggi, stasiun televisi berjibaku menampilkan acara acara terbaiknya, lihat saja acara-acara yang ditampilkan pada waktu prime time, sinetron yang bertebaran dari pukul 18.00-22.00 hampir semuanya bersegmen pasar para ABG (anak baru gede), mulai dari SMA, SMP bahkan SD!
Misalnya saja sinetron safira atau cahaya yang ditayangkan RCTI.
Ganasnya persaingan televisi swasta sekarang, memaksa orang orang dibalik layar stasiun TV untuk kerja ekstra kreatif dengan tetap memegang teguh prinsip ekonomi, yang dikemas dalam suatu acara yang berongkos murah tapi padat iklan.
Segala cara dilakukan, mulai dari menjual unsur mistik, kemapanan, kekerasan hingga unsur seks.
Jika suatu acara berhasilkan mendapatkan rating tertinggi, maka ini akan menjadi acuan atau ide baru bagi stasiun lain untuk membuat acara yang sejenis, tidak perduli sehat atau tidaknya kandungan dari acara tersebut.
Sebagai penonton, sudah saatnya kita menjadi lebih cerdas dan kritis dengan apa apa yang disajikan stasiun televisi, , jangan tergoda atau percaya dengan tingginya rating suatu acara televisi karena ternyata memang rating tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas.

0 komentar:
Posting Komentar